Cosplay Hijab, Apa masalahnya?

Pengertian atau istilah cosplay

Cosplay (コスプレ Kosupure ? ) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo ) yang berasal dari gabungan kata “costume” (kostum) dan “play” (bermain).
Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga; dongeng, permainan video, penyanyi, musisi idola, dan film kartun. Pelaku cosplay disebut cosplayer, Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai coser, salah satu cosplayer berbakat di Indonesia adalah Yukitora Keiji.

Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle) , seperti Comic Market , atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei . Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia. Dikutip dari Wikipedia bahasa indonesia

Menurut situs Doujin Yougo no Kiso Chishiki 同人用語の基礎知識 di http://www.paradisearmy.com , dijelaskan bahwa :

「コスプレ」 とは 「コスチュームプレイ」 の略で、マンガ や アhニメ、ゲーム などの キャラ が身につけているのと同じような衣服を制作・着用して、そのキャラになりきる行為のことです。[4]

Artinya :
Cosplay adalah singkatan dari Costume Play, dan merujuk kepada perbuatan berusaha menjadi tokoh atau karakter yang ada di dalam manga, anime, dan game dengan membuat dan memakai kostum yang sama dengan yang digunakan oleh karakter tersebut.

Latar belakang munculnya hijab cosplay

Perkembangan cosplay di Indonesia bisa dibilang berjalan ber-iringan dengan munculnya berbagai acara kebudayaan populer jepang baik yang dilaksanakan dengan skala internasional maupun acara di berbagai sekolah dan kampus.
Dalam acara tersebut, biasanya terdapat berbagai perlombaan cosplay yang diselenggarakan. Di Indonesia sendiri sudah beberapa tahun ini diselenggarakan perlombaan cosplay tingkat nasional yakni Clas:h.
Dan belakangan ini, muncul sebuah tren baru dalam dunia cosplay. Munculnya berbagai foto yang beredar di internet yang menampilkan sesosok cosplayer yang mengenakan hijab. Cosplay hijab telah menjadi tren tersendiri di dunia cosplay khususnya di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, cosplay telah menjamur di Indonesia yang menyerang kaula muda. Keinginan untuk mengekspresikan karakter atau tokoh anime , game dan lainnya yang dicintai. Tak terkecuali para muslimah, ya, wanita yang memeluk agama Islam. Tak hanya beribadah kepada Tuhannya, wanita muslimah juga memiliki hobby yang sama dengan wanita pada umumnya. Termasuk menonton anime, mendengarkan lagu jepang, menggambar karakter jepang, menyanyikan lagu-lagu jepang, bahkan bercosplay. Keinginan mengekspresikan kecintaannya pada hobby ini lah yang memicu munculnya hijab cosplay.

Munculnya tren Cosplay Hijab

Tidak bisa dipastikan dengan jelas kapan tren cosplay hijab ini muncul pertama kali. Satu hal yang pasti, seperti namanya, tren ini merupakan tren baru di kalangan cosplayer, terutama bagi mereka yang menggunakan hijab.
Prinsipnya, pada cosplay hijab ini, sang cosplayer berusaha meng-cosplay kan suatu karakter namun dengan kaidah-kaidah berhijab, yakni menutupi sebagian daerah tubuh (aurat).

aa
Salah satu cosplayer hijab asal Malaysia

Menutup disini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Untuk bagian rambut, jika cosplayer biasa mengenakan wig, para cosplayer hijab akan mengenakan jilbab dengan warna yang sesuai seperti rambut sang karakter yang akan di cosplay kan.
Kostum pun demikian, jika memilih karakter yang kostum nya banyak menunjukkan bagian-bagian tubuh tertentu, maka kostum yang dikenakan oleh para cosplayer hijab akan disesuaikan sehingga terlihat tertutup.
Namun konsep menutup ini hanya akan dilakukan jika karakter yang di cosplay-kan memang sedikit terbuka. Lain hal jika sang cosplayer memilih karakter yang memang sudah menampilkan sosok dan kostum yang tertutup.

Apa itu seni dan kreativitas?

 

Seni dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.

Seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia.
Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara baru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing) . Sedangkan, inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing) .

Setelah membaca tulisan di atas, dapat disimpulkan bahwa hijab cosplay termasuk kedalam seni dan kreativitas.

Hijab cosplay sebagai ajang menonjolkan diri?

aaa

 

Menonjolkan diri atau kita yang iri?
Hati-hati, ya, guys, kita berbicara secara objektif saja, banyak cosplayer yang tidak berhijab mungkin saja bermaksud untuk menonjolkan diri. Menonjolkan diri untuk diakui kemampuannya dalam berkreativitas, begitu juga dengan hijab cosplay. Rasanya rasis sekali jika kita terlalu menyudutkan hijab cosplay itu sendiri, padahal mereka juga ingin menunjukan kreativitasnya dalam bercosplay, hanya saja yang membedakannya adalah mereka memakai jilbab yang memang sudah dasar hukum dalam agamanya wajib ia kenakan. Semua tergantung pribadi orang ingin bercosplay seperti apa.

Bolehkah berhijab cosplay selain muslim?

Berhijab atau mengenakan jilbab adalah kewajiban untuk wanita yang beragama Islam. Jika selain itu ingin mencoba juga ya, silahkan saja 🙂

Bagaimana jika memakai wig setelah memakai ciput?

-Memakai wig atau rambut palsu haram mutlak untuk wanita, memakai wig ini adalah sepakat jumhur ulama karena dianggap menyerupai ciptaan Allah dan mengubah-ubah ciptaan Allah.

Terkecuali dalam keadaan tertentu yang mengharuskan dia untuk memakai wig maka hukumnya akan menjadi boleh . Bersandar dari kaidah fiqh “jika menyempit (terdesak) menjadi luas (boleh), dan jika sudah- meluas (boleh) menjadi sempit (diharamkan kembali)”. Dan “al-masyaqqatu tajlibu taisir” (kaidah fiqh no.4)

Sebagai contoh saat berkuasanya pemerintah sekuler di tahun 1924, semua syi’ar Islam, termasuk syari’at jilbab kian suit dilaksanakan. Para wanita muslimah pun memakai wig untuk menutupi rambutnya. Pada saat itu hukum memakai wig menjadi boleh, karena keadaan yang menyempit (terdesak) menjadi luas (boleh).

-Rukhshah(keringanan) atau diperbolehkan oleh jumhur ‘ulama untuk memakainya apabila bahannya bukan dari rambut asli, entah itu sambungan atau wig. Mungkin saat ini lebih dikenal wig bahan sintetic, sedang semi sintetic atau rambut asli yang dijadikan wig maka hukumnya tidak boleh.

Tetapi, wig tidak menutup aurat dengan sempurna sehingga tidak dianjurkan bagi hijab cosplay memakai wig setelah memakai ciput.

Merusak karakter si creator

Padahal si creator tak pernah menuliskan di akun pribadinya mengenai perusakan karakternya yang dibuat versi hijab.

Mengapa hijab cosplay masih mempertahankan jilbabnya, padahal banyak cacian yang diterimanya?

deanty04-1

Berjilbab bukan berarti kita sempurna, tapi mencoba menjadi lebih baik lagi. Disisi lain bercosplay adalah hobby, kita mencoba untuk menyalurkan minat kita lewat seni tanpa harus menanggalkan Jilbab. Walaupun kita sudah tau resiko yang akan didapat, siapa perduli dengan kata orang yang hanya bisa menilai tanpa menghasilkan sebuah karya? Karna seni mempunya nilai yang berbeda-beda dari setiap mata yang memandang.

Bagaimana dengan hadist “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401)

 

Di dalam ushul fiqh, ada dalil qath’i dan dalil dzanni. Dalil qath’i adalah dalil yang harus dan wajib ditaati. Barang siapa yang menolak atau mempertanyakan atau memperselisihkannya maka dia kafir, contohnya dalil tentang wajibnya sholat, zakat dan lain-lain yang berhubungan dengan ibadah. Siapa yang mempertentangkannya maka dia kafir.

Dan dalil dzanni adalah dalil yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tentang fiqh yang dimasa DIWAJIBKAN perbedaan pendapat, dan hadits tentang hijab diatas termasuk dalil dzanni. Atau yang masih boleh perbedaan pendapat.

Hadits tentang tasyabbuh(menyerupai) itu masuk ke kategori dalil dzanni yang diwajibkan perbedaan pendapat.
Ada berbagai macam pendapat tentang hadits ini. Hadits ini masuk ke dalam dalil dzanni, tapi berhubungan soal ibadah.

Hadits itu menjelaskan diharamkan bentuk penyerupaan jika itu berhubungan dengan konteks ibadah, misalnya, kita ikut misa natal tapi pake sholawatan.

Tapi, Ada satu teori interteks yang menyatakan kita bisa menyerupai satu adat kaum lain, jika konteksnya diubah atau malah tujuannya untuk beribadah kepada Allah, Contohnya berpolitik, melukis, bernyanyi, seni dan lain-lain.

Jadi, kesimpulannya berhijab cosplay tidak apa-apa jika tujuannya untuk beribadah, mengajak wanita yang belum berhijab menjadi berhijab dengan melakukan pendekatan melalui hobby yang sama. Disini ada nilai plus juga loh buat para hijab cosplay 🙂

Pemecahan masalah dan solusinya

 

1. Mencari karakter yang pantas dibuat versi hijabnya. Jangan memilih karakter yang berbau Merusak karakter si creator ataupun Hijab cosplay sebagai ajang menonjolkan diri, dan jangan pula memilih karakter dari karakter seorang dewa atau pakaian khusus agama.

2. Dianjurkan membuat karakter sendiri atau original karakter, bisa juga dengan membuat kostum lolita.

3. Kostum tidak ketat sehingga tidak membentuk lekuk tubuh.

4. Jilbab menutup dada.

Meskipun wanita berhijab, tetapi keterbatasan tidak membatasi kita untuk berseni karna seni adalah kreativitas tanpa batas. So, buat kalian yang berjilbab dan memiliki keinginan untuk bercosplay silahkan ekspresikan kreativitas kalian. Jangan takut untuk memulai, selama itu bukan suatu hal yang negatif.

Pesan saya, saat kalian berhijab cosplay jadilah agen muslim yang baik, jangan mudah terpancing emosi ketika diserang, ya. SemangART! 🙂

 

 

Penulis:

Sedang menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Informatika Univrsitas Darul 'Ulum Jombang

Satu tanggapan untuk “Cosplay Hijab, Apa masalahnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s